Search This Blog

Friday, October 1, 2010

SEMPOROTAN PENGHILANG RASA MALU


Apakah Anda termasuk pemalu, gampang grogi, atau kurang pergaulan (kuper)? Masalah Anda tak lama lagi akan ada solusinya. Para ahli di Israel telah mengembangkan obat baru yang dapat meredam hambatan dalam bersosialisasi.

Seperti dilaporkan harian Telegraph, para ilmuwan di Seaver Autism Center for Research and Treatment dan Columbia University, menciptakan obat semprot hidung yang mengandung hormon oksitosin. Obat ini diklaim dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial.

Oksitosin sebelumnya dikenal sebagai "hormon cinta". Hormon alami ini dapat meningkatkan perasaan empati dan kedekatan (bonding)—khususnya di antara para orang dan anak-anaknya.

Riset terbaru menemukan bahwa hormon ini pun dapat memperbaiki kemampuan sosial kalangan kuper dan pemalu—walaupun efeknya tak terlalu besar pada mereka yang secara alami sudah "pede". Temuan ini diharapkan memberikan implikasi besar kepada mereka yang mengalami hambatan sosial, yang kerap muncul pada kondisi-kondisi seperti autisme.

Dalam risetnya, para ahli melakukan uji coba apakah hormon dalam bentuk nasal spray ini dapat meningkatkan rasa saling pengertian di antara individu. Sebanyak 27 pria sehat dilibatkan dalam riset dan mereka diberikan obat semprot hidung berisi hormon dan plasebo.

Mereka diminta melakukan tugas-tugas khusus untuk mengukur kemampuan membaca pikiran dan perasaan orang lain. Responden juga diminta menyaksikan rekannya berdiskusi tentang momen berharga mereka, kemudian melakukan penilaian tentang apa yang dirasakan.

Para peneliti, yang melaporkan risetnya dalam jurnal Psychological Science, juga mengukur kompetensi sosial para responden menggunakan sejenis tes yang disebut AQ, yang biasa diterapkan pada pasien autistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon oksitosin berhasil memperbaiki kemampuan empati para responden—khususnya pada kelompok yang kurang pandai bersosialiasi.

Responden yang terbiasa bergaul melakukan tugasnya dengan mulus, baik saat diberi hormon oksitosin maupun plasebo. Namun, responden yang kurang pandai bergaul secara signifikan hanya terbantu dengan oksitosin, di mana kekuatan empatinya menjadi setara dengan responden yang mudah bersosialisasi


PENYEBAB DAN SUMBER PERUT BUNCIT


Lemak perut sebenarnya semua orang punya ini. Namun, pada beberapa orang, menghilangkan tumpukan lemak perut harus dilakukan dengan perjuangan yang berat. Bahkan, setelah rutin berolahraga, tumpukan lemak itu masih juga belum mau pergi.

Jika ini yang kita alami, coba cek apakah keempat penyebab lemak perut ini masih berada di sekitar kita? Sebab jika iya, jangan pikir panjang, ayo hindari!

Penyebab 1: Makanan pengundang lemak.
Percayalah bahwa setiap makanan yang masuk ke dalam mulut akan berbanding lurus dengan intensitas olahraga yang harus kita lakukan. Jadi, jika kita masih kebingungan mengapa perut buncit tak mau hilang, coba perhatikan berapa banyak gula yang kita konsumsi.

Ketika berbicara mengenai gula, jenisnya banyak sekali, mulai dari gula murni, gula refinerasi, hingga gula-gula yang ada dalam makanan atau minuman kita. Untuk menghindarinya, kita perlu mengganti semua itu dengan makanan yang lebih crunchy.Selain gula, ada juga makanan yang terbuat dari tepung, seperti roti, mi, hingga nasi. Makanan-makanan ini memproduksi gas ketika masuk ke dalam usus besar. Inilah yang kemudian membuat perut kita terasa lebih buncit.

Plus makanan-makanan tersebut memang tinggi karbohidrat, lagi-lagi akan diubah menjadi glukosa atau gula ketika masuk ke dalam tubuh. Apabila kita tidak melengkapi dengan olahraga, proses pemecahan glukosa akan melambat yang kemudian disimpan menjadi lemak dalam otot.

Penyebab 2: Minuman berkarbonasi.
Minuman berkarbonasi adalah minuman yang mengandung karbon dioksida. Gas ini ketika masuk ke dalam perut akan memperlambat proses pencernaan makanan sehingga menumpuk menjadi lemak.

Penyebab 3: Tidak pernah melakukan olahraga angkat beban.
University of Pennsylvania mengamati 164 responden perempuan. Berdasarkan intensitas mereka melakukan olahraga angkat beban disimpulkan, responden yang 2 kali seminggu melakukan latihan angkat beban selama 1 jam mengalami penyusutan lemak perut hingga 15 persen dibandingkan yang tidak latihan angkat beban sama sekali. Tak hanya itu, mereka yang latihan angkat beban juga berhasil mengurangi total lemak dalam tubuh sebanyak 4 persen.

Penyebab 4: Melakukan sit up yang salah.
Sebenarnya sit up yang standar saja jika kita melakukannya dengan benar akan memberikan manfaat yang besar terhadap pengikisan lemak-lemak di perut. Saat mengangkat kepala ke atas, pastikan punggung dan pundak kita bergerak dalam satu gerakan lurus. Angkat kepala sejauh yang kita mampu dan rasakan perut berkontraksi.

Ingat, jangan mengangkat kepala dengan tangan. Tapi dorong pundak ke atas dan letakkan kedua tangan di belakang kuping. Tahan beberapa menit, lalu kembali ke posisi berbaring secara perlahan-lahan agar tidak terjadi cedera.

Ayo perbaiki pola makan dan olahraga kita, jangan biarkan lemak perut menumpuk terlalu lama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...